Wednesday, February 12, 2014

Bagaimana pembagian warisan menurut Islam?


Pembagian warisan menurut Al-Qur’an terdapat pada surat an-Nisa ayat 11-12, ayat tersebut InsyaAllah sudah menjelaskan bagaimana pembagian warisan dengan berbagai kondisi. Tetapi, berikut adalah pembagianwaris dengan kondisi-kondisinya menurut hadits Shahih Bukhari dari penjelasannya yang ada di buku Ringkasan Shahih Bukhari:

Di buku ini, pada bagian pertama dituliskan beberapa hadits. Nabi saw. bersabda, “Kami tidak meninggalkan warisan, apa yang kami tinggalkan merupakan sedekah?” hadits yang dikatakan Aisyah ketika para Istri Rasulullah ingin menanyakan pembagian harta warisan kepada Abu Bakar.

Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat tentang pembagian harta warisan kepada anak dari Ayah dan Ibunya. Nabi saw. bersabda, “Berikanlah bagian harta warisan kepada orang yang berrhak mendapatkannya, dan yang sisanya adalah bagi orang laki-laki yang paling dekat hubungan kekerabatannya”. Hadits ini lah yang kemudian banyak diartikan bahwa anak laki-laki mendapatkan 2 kali dari bagian anak perempuan, seperti pada surat an-Nisaa ayat 11.

Kemudian dijelaskan kembali pembagian warisan kepada cucu perempuan dari anak laki-laki dengan keberadaan anak perempuan. Nabi saw. bersabda “Anak perempuan mendapatkan setengah, dan cucu perempuan dari anak laki-laki mendapatkan seperenal sebagai penyempurnaan dari dua pertiga bagian, dan yang tersisa adalah untuk saudara perempuan.” Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud.

Lalu ada juga penjelasan pembagian warisan dalam islam jika dia orang anak paman salah satunya saudara ibu dan yang satunya lagi suami. Ali berkata, “Suami mendapatkan setengah bagian dan saudara dari ibu mendapatkkan seperenam bagian, sedangkan yang tersisa setelah pembagian tersebut dibagi dua.”

Selanjutnya terdapat penjelasan tentang pembagian warisan kepada orang kafir atau sebaliknya. Nabi saw. bersabda, “Orang Islam tidak mendapatkan warisan dari orang kafir, dan orang kafir juga tidak mendapatkan warisan dari orang Islam (dalam satu riwayat: orang mukmin dalam dua posisi 5/92)

Begitulah sedikit kutipan dari penjelasan pembagian warisan menurut hadits Islam yang terdapat pada buku Ringkasan Shahih Bukhari. Buku yang meringkas dan menjelaskan hadits-hadits Shahih Bukhari. Dapatkan sekarang di toko buku islam terlengkap di Jakarta dan juga toko buku online.

Bagaimana menurut hadits tentang puasa?


Puasa adalah wajib bagi kita kaum muslimin yang ada di seluruh dunia, firman Allah pada surat al-Baqarah 183 sudah sangat sering kita dengar ketika bulan Ramadhan atau ketika bulan Ramadhan datang. Bulan yang pernuh berkah dan juga ampunan. Bagaimana dengan hadits? Apa saja As-Sunnahmengenai puasa?

Nabi saw. bersabda, “Apabila kamu sudah melihat bulan sabit (1 Ramadhan), maka berpuasalah. Apabila kamu sudah belihat bulan sabit (1 Syawwal) maka berbukalah (jangan berpuasa).”

Sahl r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya di dalam surga terdapat delapan pintu, dan ada pintu yang disebut Rayyan, yang besok pada hari kiamat akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa. Tidak seorang selain mereka yang masuk lewat pintu itu. Dikatakan, ‘Di manakah orang-orang yang berpuasa?’ Lalu mereka berdiri, tidak ada seorang pun selain mereka yang masuk darinya, Apabila mereka telah masuk, maka pintu itu ditutup. Sehingga, tidak ada seorang pun yang masuk darinya.” Itulah hadits yang mengatakan bahwa pintu Rayyan adalah pintu khusus untuk orang-orang yang berpuasa.

Abu Hurairah r.a berkata, Nabi saw. bersabda, “Apabila bulan Ramadhan datang, maka (pintu-pintu surga) dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dirantai.” Rasulullah juga paling dermawan pada bulan Ramadhan. Itu lah mengapa saat bulan Ramadhan, kita harus berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan.

Itulah hadits-hadits yang secara umum untuk bulan Ramadhan atau puasa. Masih terdapat pula hadits-hadits seperti kadar waktu antara sahur dan shalat subuh, keberkahan sahur (tapi tidak diwajibkan), apabila berniat puasa pada isang hari, orang yang puasa pagi-pagi dalam keadaan junub, memeuk istri bagi orang yang berpuasa, mencium bagi yang berpuasa, mandinya orang yang berpuasa, orang yang makan atau minum (ketika puasa) karena lupa, penggunaan siwak (sikat gigi) yang basah dan kering ketika puasa, dan ada juga banyak hadits lain seperti amalan yang paling dicintai Allah. Semua hadits itu tertera jelas dan rinci pada buku Ringkasan Shahih Bukhari yang banyak di jual di toko buku Islam. Atau bisa di beli di toko buku islam online. Baca selengkapnya tentang buku ini.


Judul Buku: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1     
Penulis: M. Nashiruddin al-Albani 
Penerbit: Gema Insani
Jumlah Halaman: 648 Halaman
Harga: Rp. 106.250

Apasih Kata Hadits Tentang Nikah?


Mungkin banyak dari anda para pembaca yang ingin mengetahui hukum Islam untuk menikah. Kembali kepada dasarnya bahwa sumber hukum Islam terdapat pada 2 hal, yaitu yang pertama dan utama wahyu dari Allah swt. yaitu Al-Qur’an, dan kemudian adalah hadits atau As-Sunnah. Dan dalam artikel ini, saya akan membahas nikah dalam hadits yang bersumber dari buku shahih Bukhari yang sudah diterjemahkan dan juga diringkas pada buku Ringkasan Shahih BukhariJilid 3, insyaAllah banyak tersedia di toko buku Islam. Nikah pada buku ini sendiri dibahas secara singkat di dalam jumlah halaman yang cukup banyak yaitu 46 halaman. Itu berarti banyak sabda dan juga aturan pernikahan di dalam hadits.

Di dalam buku tersebut dikatan pada bab pertama tentang Firman Allah pada surat an-Nisa yang berisikan anjuran untuk menikah. “… Maka nikahilah perempuan (lain yang kamu senangi …” (an-Nisa: 3)


Kemudian terdapat Sabda Nabi saw. ketika ada 3 orang pemuda yang sedang berbicara tentang tawaran menikah, “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian mampu menikah, hendaknya ia menikah, (sebab pernikahan akan membuatnya lebih menjaga pandangan dan lebih memelihara kemaluan). Dan barangsiapa tidak mampu menikah, hendaknya dia berpuasa, sebab puasa itu mengurangi gelora syahwatnya.”

Lalu di buku ini juga terdapat hadits tentang siapa wanita yang paling baik untuk dinikahi dan dijadikan calon ibu bagi anak-anak. Nabi Muhammad saw. bersabda, “Sebaik-baiknya kaum wanita yang menunggang unta adalah wanita-wanita Quraisy yang saleh. Merekalah wanita yang paling menyayangi anak yang masih kecil dan paling menjaga harta suami.” Lalu Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi saw. pernah bersabda, “Perempuan dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena status keluarganya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka, nikahilah perempuan karena agamanya agar kamu memperoleh keuntungan yang tidak terhingga. Kalau tidak, kamu akan sangat rugi.”


Masih banyak lagi hadits-hadits yang akan membantu anda mengetahui hukum dasar Islam tentang menikah, seperti hadits wanita merdeka menjadi istri hamba sahaya pria, kesetaraan harta, wanita-wanita yang halal dan yang haram dinikahi, dan masih banyak lainnya. Semua terdapat di dalam buku Ringkasan Shahih Bukhari jilid 3 terbitan Gema Insani. Baca artike mengenai buku ringkasan Hadits Bukhari untuk lebih lengkapnya mengenai buku ini. Dan dapatkan segera di toko buku Islam pendidikan terlengkap di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, dan Tanggerang.



                                                                                   
Judul: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 3
Ketersediaan: Stok Tersedia
Harga: Rp 169.915 (DISKON)
Penerbit: Gema Insani
Jumlah Halaman: 936 halaman
Berat: 1 Kg

Shalat Pada Waktunya: Amal yang Paling Dicintai Allah


Buku ringkasan Shahih Bukhari adalah buku terjemahan dan ringkasan dari Shahih Imam Bukhari, di dalam buku ini banyak terdapat kitab-kitab tentang keseharian kita seperti cara berpakaian, meminta izin dan lainnya. Dan salah satu kitabnya adalah waktu solat (shalat pada waktunya).

Dalam buku Ringkasan Shahih Bukhari, dikatakan di bagian awalnya Firman Allah pada surat an-Nisa ayat 103 tentang waktu-waktu shalat dan keutamaannya. Allah Berfirman,
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktu-nya ataas orang-orang yang beriman.” (an-Nisaa: 103)
Kemudian ada juga firman Allah tentang mendirikan shalat. Allah Berfirman,
“Dengan kembali bertobat kepada-Nya, dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.” (ar-Ruum: 31)

Lalu didalam buku tersebut ada kisah tentang keutamaan Shalat pada waktunya yang berbunyi: Abdullah (bin Mas’ud) r.a. berkata, “Saya betanya kepada Nabi, ‘Apakah amal yang paling dicintai oleh Allah?’ Beliau bersabda, ‘Shalat pada waktunya.’ Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau Bersabda, ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau bersabda, ‘Jihad (berjuang) di jalan Allah.’” Subhanallah, itu adalah hadits yang menyebutkan bahwa mengerjakan shalat pada waktunya adalah amal yang paling dicintai oleh Allah swt.

Di dalam buku tersebut di jelaskan satu persatu keutamaan solat dan waktu solat dari solat fajar (subuh) sampai dengan shalat Isya. Selain keutamaan tersebut dalam bab waktu shalat pada jilid pertama ini, juga tertera hadits-hadits seperti, berazan setelah waktu shalat, orang yang shalat berjamaah dengan orang banyak sesudah shalat Isya, dan lainnya. Di dalam jilid pertama ini juga tertera hadits-hadits mengenai azan, witir, mandi, wudhu dan lainnya. Buku Risalah Shahih Bukhari ini dijual di banyak toko buku Islam atau toko buku online. Baca artikel-artikel yang berisikan dari buku Ringkasan Shahih Bukhari disini.




Judul: Risalah Shahih Bukhari Jilid 1
Penerbit: Gema Insani
Harga: Rp. 106.250
Jumlah halaman: 648 Halaman
Berat: 1 Kg

Apa Kata Hadits Tentang Shalat Jum'at?


Yang kita ketahui bagi seorang muslim tentang solat jumat ialah solat jumat adalah wajib bagi laki-laki dan dilaksanakan pada waktu zuhur di hari jumat dengan 2 rakaat. Didahului dengan ceramah yang wajib kita dengarkan. Di dalam Al-Qur’an sendiri, terdapat surat Al-Jumu’ah yang membahas tentang hari Jumat. Bagaimana dengan hadits? Sebetulnya apa sih yang dikatakan hadits? Yuk lihat hadits tentang shalat Jum'at.

Allah berfirman,
“Apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dam tinggalkan jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (al-Jumu’ah: 9)

Di dalam buku Ringkasan Shahih Bukhari, terdapat hadits yang mengatakan untuk melakukan mandi pada hari Jumat yang dituliskan: Abdullah bin Umar r.a. berkata, “Saya mendengar Rasulullah berkhutbah di atas mimbar, lalu bersabda, ‘Jika seseorang dari kamu mendatangi shalat Jumat, maka hendaklah ia mandi.’” Kemudia ada juga kisah Amr bin Sulaim al-Anshari yang bersaksi kepada Abu Sa’id, dan bersaksi atas Rasulullah, beliau bersabda, ‘Mandi pada hari Jumat itu wajib atas setiap orang yang sudah balig, menggosok gigi, dan memakai minyak wangi jika ada.’”

Abu Hurairah berkata, “Nabi bersabda, ‘Apabila hari Jumat, maka para malaikat berdiri di pintu masjid sambil mencatat orang yang dahulu, lalu yang sesudah itu. Perumpamaan orang-orang yang datang pada waktu yang paling awal adlah seperti orang yang berkurban seekor untaa, berkurban sapi, berkurban kambing kibas, berkurban seekor ayam, lalu berkurban sebutir telur. Kemudian apabila Imam sudah duduk, para malaikat itu melipat buku-buku catatannya dan mendengarkan khutbah. Kemudian ada hadits tentang mendengarkan khutbah, Rasulullah saw. bersabda, “Hendaklah seseorang diam apabila imam berbicara (berkhutbah).” Hadits yang meminta untuk mendengarkan khutbah pada hari Jumat ketika Imam sedang berkhutbah, dan yang berbicara telah berbuat sia-sia.

Kemudian ada juga hadits-hadits mengenai pelaksaan shalat Jumat seperti, keringanan tidak mengahadiri Jumat pada waktu hujan turun, apabila udara sangat panas pada hari Jum’at, azan pada hari jumat, duduk di atas mimbar ketika diserukan azan, dan lainnya. Semua hadits shahih Bukhari sudah diterjemahkan dan diringkas ke dalam buku Ringkasan Shahih Bukhari. Selain itu hadits shalat Jumat, di dalam jilid pertama dari buku ini juga terdapat hal-hal lain seperti tahajjud, jenazah, dan lainnya. Di jual di toko buku Islami di kota-kota besar (Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Malang, Medan, Lampung, Palembang, Banjarmasin) atau di jual secara online. Baca selengkapnya artikel tentang buku hadits ini.



Judul buku: Ringkasan Shahih Bukhari Jilid 1
Penulis: M. Nashiruddin al-Albani
Harga: Rp. 106.250
Jumlah Halaman: 648 halaman
Penerbit: Gema Insani
Berat: 1 Kg